Program Home Care :Ning Ghyta Tinjau Warga Rentan dan Balita Berisiko Stunting di Jember
Jember RECORDJATIM.ID
Ketua TP-PKK Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, meninjau langsung pelaksanaan program layanan kesehatan homecare dengan menyambangi sejumlah warga rentan dan balita berisiko stunting, Sabtu (10/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan dan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan khusus.
Dalam kegiatan itu, Ning Ghyta didampingi sejumlah perangkat daerah, unsur kecamatan dan kelurahan, serta jajaran tenaga kesehatan. Kehadiran lintas sektor ini ditujukan untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan penanganan dapat diidentifikasi.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kediaman Lutfiah (22), warga kawasan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, yang merupakan penyandang disabilitas dengan kondisi autisme dan membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
Rombongan kemudian mendatangi kediaman Susmita (27) di Lingkungan Kebun Indah, Kecamatan Tegal Besar. Ia merupakan ibu hamil dengan risiko tinggi yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), memiliki berat badan 38,8 kilogram, serta mempunyai riwayat persalinan sesar pada kehamilan sebelumnya.
Selain itu, tim homecare menyasar dua balita, yakni Alea (2) dan Eliza (1 tahun 11 bulan), yang masuk dalam prioritas penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kaliwates.
Dalam kunjungan tersebut, warga sasaran mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis secara langsung. Pemerintah juga menyalurkan bantuan paket sembako dan tambahan asupan gizi berupa susu untuk mendukung kebutuhan keluarga.
Ning Ghyta mengatakan, keterlibatan berbagai pihak dalam program homecare diharapkan dapat memperkuat pendampingan terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus.
“Hari ini alhamdulillah saya bareng stakeholder, Bu Camat, Bu Kapus, dan semua jajaran, dari perpustakaan, dan semuanya alhamdulillah bisa hadir ke sini langsung melihat warga yang menjadi sasarannya homecare,” ujarnya.
Ia juga mengaku prihatin setelah melihat secara langsung kondisi keluarga Lutfiah yang menghadapi keterbatasan fisik dan mental, dengan dukungan pendampingan keluarga yang belum optimal.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya kehadiran pemerintah hingga tingkat kelurahan dan kecamatan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan berkelanjutan.
“Saya tidak punya ekspektasi sebelumnya, ternyata masyarakat disabilitasnya sampai segininya. Di sinilah pemerintah hadir, mulai dari pemerintah kelurahan, Pak Camat bahu membahu untuk homecare ini. Mudah-mudahan bisa menjadi satu program yang sukses,” pungkasnya.
Melalui program homecare, Pemkab Jember berupaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan dan sosial agar warga rentan, ibu hamil berisiko tinggi, serta balita yang membutuhkan perhatian gizi dapat memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan mereka.**
