Menatap PON 2028, Puslatda Jatim Dimulai April 2026 Berlaku Promosi dan Degradasi
Surabaya RECORDJATIM.ID
M. Nabil Ketua KONI Jawa Timur bersama jajaran pengurus KONI Jatim periode 2026-2030 resmi dilantik bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Selasa (10/2/2026).
Dalam sambutannya M Nabi ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim) usai pelantikan pengurus periode 2025–2029.,menyampaikan bahwa , Fokus utama tertuju pada persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028, di mana program Pusat Latihan Daerah (Puslatda) dijadwalkan bakal digulirkan mulai April 2026 mendatang.
Selain itu M. Nabil Ketua Umum KONI Jatim menegaskan, pada puslatda pon Jatim untuk tahun ini akan tidak nyaman bagi Atlet ,karena pihaknya akan menerapkan sistem promosi dan degradasi (promdeg) yang sangat ketat . Ia tegaskan hanya atlet terbaik yang berangkat mewakili Jawa Timur pada PON 2028 NTB.
“Pokoknya kita sudah mendesain dengan melakukan Puslatda. Tinggal kita secara bertahap jalannya, karena tidak bisa diputuskan hari ini. Karena kita kan masih melakukan promosi dan degradasi
Nabil mnambahkan , bahwa evaluasi tak hanya dilakukan berdasarkan performa di lapangan, tetapi juga melalui parameter yang terukur secara saintifik. Tes fisik dan hasil di berbagai ajang nasional akan menjadi alat ukur utama.
“Kalau tidak memenuhi standar kita, ya mesti didegradasi kalau. Ini terus bergerak, mulai dari tes fisiknya, termasuk event-event yang diikuti. Atau alat ukur-alat ukur standar nasional yang kita punya nanti. Puslatda nanti mulai April,” kata Nabil.
Selain fokus pada internal atlet, Nabil juga menginstruksikan setiap cabang olahraga (cabor) untuk memperkuat intelijen olahraga mereka. Terutama ditekankan menjelang gelaran PON Bela Diri 2026. Ia meminta setiap pengurus cabor mempresentasikan peta kekuatan lawan secara mendalam.
“Ketika mengatakan kuat, apa karena rivalnya sudah berkurang kekuatannya atau memang kita belum tahu petanya. Itu yang harus lengkap. Itu yang saya perhatikan,” tegas Nabil.
“Saya suruh mereka presentasi untuk menunjukkan siapa saja rival-rival mereka. Apakah lawan dikatakan kuat karena kita yang belum tahu petanya, atau memang mereka punya keunggulan spesifik. Itu yang saya perhatikan betul,” pungkasnya *

