Gagal Penuhi Target Runer Up ,Komisi D DPRD Sidoarjo Panggil Ketua Cabor dan Koni
Sidoarjo RECORDJATIM.ID
Multi Event Porprov jawa timur edisi IX sudah berakhir ,38 kabupaten kota sudah mengetahui hasil prestasi capaian perolehan medali . Menatap Porprov Jatim X 2027 di Surabaya , Sejumlah kabupaten kota melakukan evaluasi baik dilaksanakan oleh DPRD bersama Kadispora .

Seperti dilakukan oleh Komisi D DPRD Sidoarjo , melihat hasil diraih Kontingen Sidoarjo gagal memenuhi target sebagai runner-up dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025 di Malang raya. Hasil ini menjadi catatan penting bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidoarjo, yang sebelumnya optimistis dapat mempertahankan posisi dua besar.
Dalam kenyataannya , klasemen akhir, Sidoarjo harus puas di peringkat ketiga. Padahal, pada Porprov VIII 2023 di Sidoarjo ketika menjadi tuan rumah, Sidoarjo berhasil menancapkan di posisi kedua. Klasemen perolehan medali .
Sementara pada porprov jatim edisi IX , Kontingen Sidoarjo mengoleksi 90 medali emas, 87 perak, dan 119 perunggu, dengan total poin 653. Poin dimiliki tersebut terpaut c.jauh dari peringkat kedua, yang ditempati Kota Malang, meraih 121 emas dan total 806 poin.
Menyikapi hasil tersebut, Ketua KONI Sidoarjo, Imam Mukri, menolak jika capaian kontingen disebut sebagai kegagalan. Ia menekankan bahwa seluruh medali yang diraih merupakan hasil perjuangan para atlet secara fair dan tanpa rekayasa.
“Kalau soal peringkat memang turun, tapi kami bangga karena semua medali diraih secara jujur,” katanya dalam rapat evaluasi bersama Komisi D DPRD Sidoarjo, Senin (14/7/ 2025 )
Imam menilai semangat sportivitas jauh lebih penting daripada sekadar mengejar posisi di klasemen. Karena itu, ia meminta semua pihak tetap mengapresiasi perjuangan para atlet.
“Jangan hanya dilihat dari peringkat, tapi lihat bagaimana perjuangan mereka bertanding secara sportif,” imbuhnya.
Namun, pernyataan ketua Koni tersebut tak menyurutkan kritik dari Ketua Komisi D DPRD. Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, menilai turunnya peringkat merupakan bentuk lemahnya manajemen KONI dalam mengelola kontingen.
“Ini bukan kegagalan atlet, tapi kegagalan KONI sebagai koordinator olahraga,” tegasnya.
Dhamroni lantas membandingkan dengan hasil perolehan medalo Porprov VIII Pada 2023, Sidoarjo menurunkan 1.004 atlet dari 53 cabang olahraga dan berhasil meraih posisi runner-up. Sedangkan tahun ini, jumlah atlet meningkat menjadi 1.322 dari 67 cabang olahraga, yang di ikuti , hasilnya justru menurun.
“Tahun ini jumlah atlet dan cabor meningkat, tapi justru gagal naik ke podium dua besar sesuai target,” tandasnya.
Oleh sebab itu pihaknya berharap Evaluasi ini diharapkan menjadi renungan dan strategi menyusun program sekaligus pembenahan manajemen dan strategi KONI Sidoarjo menghadapi Porprov jatim 2027 di Surabaya.
Sementara Bupati Sidoarjo tetap memberikan reward untuk peraih medali emas 50 juta rupiah .*
