Tak Perlu Antre Di Desa. Bantuan Pangan Akan Diantar Kerumah Penerima
Jember RECORDJATIM. ID
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersinergi dengan Perum Bulog Kantor Cabang Jember untuk menyiapkan skema baru penyaluran bantuan pangan. Mulai akhir 2026, bantuan direncanakan diantar langsung ke rumah penerima atau melalui sistem door to door.

Bupati Jember, Gus Fawait, mengatakan inovasi tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas penyaluran sekaligus memastikan bantuan pemerintah diterima masyarakat yang berhak. Dalam pelaksanaannya, rumah penerima juga akan dipasangi stiker khusus sebagai penanda.
Menurut Gus Fawait, penandaan tersebut dapat membantu proses verifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terutama dalam memastikan penerima benar-benar memperoleh bantuan pemerintah. Data yang lebih akurat diharapkan mendukung pengukuran angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember.
“Banyak manfaatnya, salah satunya untuk memastikan rekan-rekan BPS dapat memverifikasi bahwa warga yang bersangkutan benar-benar menerima bantuan dari pemerintah,” ujar Gus Fawait.
Ia juga menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Jember menunjukkan tren penurunan. Kabupaten Jember kini disebut telah keluar dari posisi dua besar daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur.
380.195 Keluarga Tercatat sebagai Penerima.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, menjelaskan bahwa Bulog telah menuntaskan penyaluran bantuan pangan tahap kedua untuk alokasi Juli hingga September 2026.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), jumlah penerima bantuan pada tahap kedua mencapai 380.195 keluarga. Angka tersebut menurun dibandingkan tahap pertama pada Februari–Maret 2026 yang tercatat sebanyak 390.744 penerima.
“Untuk penyaluran di Kabupaten Jember pada tahap kedua ini sudah kami salurkan secara tuntas,” jelas Ade.
Adapun penyaluran tahap berikutnya masih menunggu pembaruan data resmi dari Bapanas. Jumlah penerima diperkirakan masih dapat berubah mengikuti hasil pemutakhiran data.
Ade menyambut baik rencana distribusi bantuan secara langsung ke rumah penerima melalui kolaborasi Bulog, Pemkab Jember, dan Dinas Sosial. Skema ini dinilai dapat menjawab kendala masyarakat yang tidak selalu memiliki waktu untuk mengambil bantuan di balai desa.
Selama ini, sebagian penerima bantuan harus bekerja sejak pagi hingga sore hari. Sementara itu, pengambilan bantuan di balai desa umumnya dibatasi hingga pukul 17.00 WIB.
Dengan sistem door to door, bantuan diharapkan dapat menjangkau penerima secara lebih efektif melalui strategi distribusi yang disusun bersama.
Stok Beras Jember Diklaim Aman hingga Dua Tahun
Di sisi lain, Bulog memastikan ketersediaan cadangan beras di Kabupaten Jember berada dalam kondisi aman. Serapan gabah dari petani lokal dilaporkan telah mencapai 117.000 ton.
Menurut Ade, jumlah tersebut mendukung kecukupan stok beras untuk memenuhi kebutuhan hingga dua tahun ke depan.
Meski menghadapi fenomena El Nino, Bulog menyatakan tetap berkomitmen menyerap hasil panen petani. Penyerapan akan terus dilakukan ketika harga gabah berada di bawah atau setara dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“Kami masih membuka serapan. Ketika harga gabah petani menyentuh di bawah atau setara Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Bulog akan tetap menyerapnya,” pungkas Ade.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Jember dan Bulog berharap penyaluran bantuan pangan semakin tepat sasaran, sekaligus mendukung pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat dan menjaga ketersediaan pangan daerah.**
