Gus Fawait Instruksikan Pengobatan Gratis 27 Korban Dugaan Keracunan MBG Dirawat Hingga Pulih Total
Jember RECORDJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memastikan seluruh korban dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan pengobatan tanpa biaya dan perawatan intensif hingga dinyatakan sembuh oleh tim medis. Instruksi tersebut disampaikan langsung Bupati Jember, Gus Fawait, sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam menangani kejadian tersebut.

Tim satgas Tak hanya melakukan inspeksi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, jajaran Satgas MBG juga meninjau langsung kondisi para korban yang menjalani perawatan di Puskesmas Sukorejo, Kamis (16/7/2026).
Perwakilan Ketua Satgas MBG Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengatakan berdasarkan keterangan orang tua pasien, paket makanan MBG yang diterima dalam kondisi normal saat pertama kali dibuka.”Ketika diperiksa, makanan tidak berbau, tidak basi, dan secara fisik terlihat layak untuk dikonsumsi,” ujar Helmi.
Karena tidak menemukan kejanggalan, anak tersebut kemudian menghabiskan makanan yang diterimanya. Namun beberapa jam kemudian, korban mulai mengalami diare, demam tinggi, hingga muntah sehingga harus segera dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.Menurut Helmi, hasil pemeriksaan awal menunjukkan sebagian besar pasien mengalami gejala gangguan saluran pencernaan berupa muntah dan diare. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh tim kesehatan.
Menyikapi peristiwa itu, Pemkab Jember bergerak cepat dengan memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah.
Lebih lanjut Helmi menegaskan, kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung Bupati Jember, Gus Fawait.
“Sesuai arahan Bapak Bupati, seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah. Kami juga meminta seluruh fasilitas kesehatan memprioritaskan penanganan para pasien,” katanya.
Selain menjamin layanan kesehatan gratis, Satgas MBG juga menginstruksikan Puskesmas Sukorejo untuk melakukan screening secara aktif ke rumah-rumah warga yang mengonsumsi paket MBG pada hari kejadian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya korban yang belum mendapatkan penanganan medis.
Satgas MBG juga menegaskan bahwa pasien yang masih menjalani perawatan tidak diperkenankan pulang sebelum kondisi kesehatannya benar-benar pulih dan dinyatakan sembuh oleh dokter.Pemerintah Kabupaten Jember memastikan penanganan terhadap para korban akan terus dilakukan secara maksimal sembari menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.**
