Pengcab Pordi Jember Kirim 1 Pasangan Berlaga Pada Turnamen Domino Berhadiah 200 Juta Rupiah
Jember RECORDJATIM.ID
Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Domino (Pengprov Pordi) Jawa Timur akan menggelar Open Kejuaraan Domino Se-Jatim pada 18–19 April 2026. Event bergengsi ini akan berlangsung di Grand City Surabaya dan dipastikan menjadi ajang kompetisi domino terbesar di tingkat provinsi Jawa timur .

Kejuaraan tersebut akan diikuti oleh 38 Pengprov/Pengkot Perodi se-Jawa Timur, dengan total peserta mencapai 768 pasang atlet. Selain gengsi, turnamen ini juga menawarkan total hadiah sebesar Rp200 juta, sehingga menarik minat para atlet terbaik dari berbagai daerah.
Salah satu peserta yang dipastikan ambil bagian adalah Pengcab Pordi Kabupaten Jember. Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Pengcab Pordi Jember, Jumantoro, saat ditemui pada Selasa malam (14/4/2026) di sekretariat Pengcab Pordi Jember, kawasan Arjasa.
Jumantoro mengungkapkan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk mengirim satu pasangan atlet terbaik asal Kecamatan Sukowono, yakni Bayu Zainal Fawzy yang akan berpasangan dengan Zainal Arifin. Keduanya merupakan juara dalam kejuaraan internal yang digelar Pengcab Pordi Jember, yang diikuti klub-klub domino dari berbagai kecamatan.
“Mereka adalah pasangan terbaik hasil seleksi dari kejuaraan internal. Kami optimistis mereka bisa bersaing,” ujar Jumantoro.
Terkait target di ajang tersebut, Jumantoro menegaskan pihaknya tidak memasang target muluk. Namun, ia menekankan pentingnya meraih kemenangan di setiap pertandingan.
“Kami tidak muluk-muluk, yang jelas setiap pertandingan harus bisa dimenangkan. Lawan yang dihadapi tentu para juara di tingkat kabupaten, jadi persaingan pasti sangat ketat,” tegasnya.
Untuk diketahui keberangkatan Atlet Domino pada open turnamen di Surabaya merupakan biaya mandiri disuport oleh ketua Pengcab Pordi Jember .
Olahraga domino yang dimainkan secara berpasangan dengan sistem tiga set game ini bukan sekadar permainan biasa. Dibutuhkan strategi matang, ketelitian, serta kemampuan membaca permainan lawan. Para pemain tidak hanya dituntut memainkan kartu yang dimiliki, tetapi juga harus mampu memprediksi kartu lawan untuk meraih kemenangan.
Sebagai informasi, olahraga domino sejak tahun 2025 telah diakui oleh KONI sebagai bagian dari olahraga prestasi. Status ini menempatkan domino sejajar dengan cabang olahraga seperti bridge yang lebih dahulu dikenal di tingkat internasional.( Lana)

