Sudah Waktunya Bentuk PERDA Olahraga Untuk Kebangkitan Olahraga Di Jember
Jember RECORDJATIM.ID-Pengurus cabang 0lahraga persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia ( KEMPO ) Jember pada Hari minggu ( 11/8/2024) menyelenggarakan Musperkab di Gedung Aula pasca Sarjana Politeknik Jember . DR Rendra Wirawan terpilih secara aklamasi untuk kedua kalinya menahkodai Pengcab Perkemi Jember periode 2024-2029.
Sebelum Musperkab Perekemi Jember dilaksanakan sarasehan dihadiri sekitar 50 peseta termasuk ada 14 cabor yang ada dibawah naungan Koni Jember , bertajuk menyongsong kebamgkitan olah raga di Jember ” dengan Nara sumber Direktur Politeknik Jember Saiful Anwar ( ketua Umum Gabsi Jember ) ,Anggota Komisi B Agusta Jaka, Yunita Maharani Kabid Prestasi Olahraga Dispora Jember, serta Hasyim Arief mewakili ketua Koni Jember .
Rendra Wirawan ketua Pengcab Perkemi Jember kepada media ini usai musperkab Perkemi menjelaskan pada kegiatan sarasehan seluruh peserta yang hadir sepakat membahas perubahan undang undang sistem keolahragaan nomor 5 tahun 2005 yang digantikan dengan undang undang nomor 11 tahun 2022.
” Kami bersama para peserta yang hadir sepakat agar di Jember dibentuk Perda olah raga agar pembinaan olah raga di Jember dapat tersusun dengan baik dengan mendapatkan dana hibah berkelanjutan demi pengembangan olah raga di Jember untuk menciptakan Atlet Prestasi di berbagai event ” jelasnya
Selain itu Rendra wirawan juga mengatakan banyak hal yang segera kami lakukan untuk pembinaan Atlet kempo di Jember yakni menyiapkan Atlet Kempo Jember menghadapi Porprov Jatim IX di Kota Malang Raya 2025 mendarang. Yang kedua segera melakukan seleksi Atlit sekaligus membuat program puslatda jangka Panjang.” Bebernya.
Rendra menegaskan mengatakan bahwa cabang olah raga kempo selama Poeprov 2022,20023 selalu masuk cabor unggulan karena selalu memberikan kontribusi medali . Di tahun 2022 menyabet 2 emas 1 perunggu ,lantas ditahun 2023 mendulang 1 emas 2 petunggu.
Pada kesempatan terpisah Agusta Jaka Purnama anggota komisi B DPRD Jember menyoroti berbagai persoalan tentang anggaran pembinaan cabor dari pemkab Jember itupun ada sangat kecil dan tidak kontinue. Terutama cabor cabor yang seringkali mencatat prestasi selama ini tidak ada suport baik permintaan prasaran untuk berlatih maupun anggaran pembinaan Atlet.
” Terus terang selama ini kami melihat belum pernah Koni Jember melaksanakan Hearing dengan Komisi D DPRD Jember yang membidangi olah Raga , padahal itu amat penting untuk menyampaikan segala persoalan yang dihadapi , baik menyangkut Anggaran maupun hal lainnya.”ungkapnya.
Sementara Direktur Politeknik Jember Saiful Anwar menyampailan sebagai lembaga pendidikan Polije Jember siap bersinergi dengan cabang olah raga yang ada di Jember sebagai upaya untuk membangkitkan dan memasyarakatkan olah raga di Jember bisa berprestasi.

” Hal lainnya yang tak kalah penting adalah upaya untuk memeriahkan menasyarakatkan sekaligus meningkatka minat animo masyarakat setiap cabang olah raga apapun tidak serta merta menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten didalamnya ada anggota dewan sebagai regulator kemudian Dispora serta Koni Jember harus duduk bersama untuk merumuskan pola kebijakan .” Ungkapnya
Termasuk menurut Saiful Anwar yang juga menjadi ketua umum Pengcab GABSI Jember mengatakan peran media juga memiliki peran penting yang harus dilibatkan untuk menyampaikan informasi.
“Karena sebesar apapun event yang digelar bila tidak penyambung informasi agar sampai pada masyarakat luas baik sektoral regional yang disampaikan melalui media Nasional ,Mainstream maka eksistensi dan kesakralan event olahraga apapun tidak mendapatkan kemeriahan sama sekali .” Tandasnya.
Pada kesempatan yang sama Kabid Prestasi olah raga Yunita Maharani mengatakan kucuran anggaran pembinaan olah raga yang diperuntukkan koni Jember memang cukup kecil . Kemudian usulan dari teman teman cabor baik menyangkut dana pembinaan Atlet maupun prasarana latihan akan kami sampaikan ke Bapak kepala Dinas Olahraga.
” Untuk prasarana cabor yang belum terpenuhi seperti peralatan latihan yang disampaikan oleh cabor tarung derajad segera mengajukan ke Dispora Jember .
Sedangkan Hasyim Arief dari koni Jember menyebutkan sebenarnya koni Jember dalam perencanaan Anggaran pertahun selalu mengajukan ke Dispora Jember. Untuk tahun ini sekitar 22 Milyard rupiah , biasanya dalam kenyataannya tidak sesuai yang diharapkan . Begitu juga untuk puslatda bila menghadapi porprov jatim anggaran juga minim di ploting 1 bulan pelaksanaannya .( LN)
