Pasokan BBM Di Jember Melimpah Masyarakat Jember Diharap Tenang
Jember RECORDJATIM.ID Hingga memasuki hari ketiga Sabtu ( 7/3/2026) sejumlah SPBU khususnya yang ada di dalam kota Jember masih terjadi antrian baik roda dua maupun roda empat .

Menyikapi dinamika kondisi tersebut Bupati Jember Muhammad Fawait menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran Kepolisian, pihak Pertamina, Hiswana Migas, serta sejumlah Organisasi Perangkat di Daerah (OPD) bertempat di Pendopo Wahya wibawagraha., Sabtu 7 Maret 2026
Usai pertemuan Bupati Gus Fawait kepada sejumlah awak media menyampaikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Jember dalam kondisi aman bahkan melimpah hingga setelah lebaran . Oleh sebab itu masyarakat jangan melakukan pembelian yang berlebihan.
‘Berdasarkan laporan dari Pertamina, stok BBM di wilayah Jember tidak hanya cukup, tetapi juga tersedia dalam jumlah yang melimpah. Bahkan, pasokan terus ditambah untuk menjaga stabilitas ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat.” Ujarnya.
Dia paparkan pada Jumat, 6 Maret 2026, Kabupaten Jember mendapatkan tambahan distribusi sekitar 100 ribu liter BBM. Sementara pada Sabtu, 7 Maret 2026, kembali dilakukan penambahan sekitar 300 ribu liter BBM untuk memperkuat pasokan di seluruh SPBU di wilayah Jember. Penambahan ini menjadi bukti komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
Dengan adanya tambahan tersebut, pemerintah memastikan bahwa stok BBM di Kabupaten Jember akan mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri, bahkan dipastikan tetap tersedia setelah hari raya.
Oleh sebab itu Gus Fawait juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Tindakan tersebut justru berpotensi menimbulkan antrean panjang di sejumlah SPBU, khususnya di wilayah perkotaan. Berdasarkan pemantauan di lapangan, tren pembelian BBM mulai menunjukkan tanda-tanda normalisasi. Jika dibandingkan antara Kamis, 5 Maret 2026 dengan Jumat, 6 Maret 2026, jumlah pembelian mulai mengalami penurunan dan kembali mendekati pola konsumsi normal.
Antrean kendaraan memang masih terlihat di beberapa SPBU di wilayah perkotaan. Namun di kawasan pinggiran kota maupun wilayah luar perkotaan, antrean relatif lebih singkat dan sebagian besar masih berada dalam area SPBU.
Petugas akan memberikan peringatan terlebih dahulu kepada pihak yang terindikasi melakukan penimbunan. Namun apabila tetap dilakukan, maka pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap fenomena kenaikan harga BBM di tingkat eceran. Bersama aparat kepolisian hingga tingkat Polsek, pemerintah daerah akan melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.
Pemerintah Kabupaten Jember meyakini bahwa situasi ini tidak akan berlangsung lama. Berdasarkan laporan dari Pertamina, tim pemantau pemerintah daerah, serta aparat kepolisian, kondisi pembelian BBM mulai menunjukkan tren penurunan dan menuju normal.
Gus Fawait juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang serta bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, khususnya di bulan suci Ramadan. “Insya Allah kondisi ini segera kembali normal. Mari kita fokus menyambut hari-hari terakhir Ramadan dengan kegiatan ibadah yang penuh keberkahan.”tutupnya ( Lana)

