Festival Egrang ke-24 di Ledokombo, Menjadi Warisan Leluhur Tetap Lestari Di Era Perkembangan Zaman
Jember RECORDJATIM.ID
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Festival Egrang ke-14 yang digelar di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (9/5/2026). Festival tahunan tersebut menjadi bukti nyata bahwa permainan tradisional egrang( tanoker) yang terbuat dari bambu masih terus dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat di bumi Pandhalungan.

Kegiatan budaya yang telah menjadi agenda tahunan masyarakat Ledokombo itu dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman yang mewakili Bupati Jember Gus Fawait,
Kehadiran pemerintah pusat dalam festival tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal dan permainan tradisional warisan leluhur.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kebudayaan RI menyampaikan bahwa egrang bukan sekadar permainan rakyat, melainkan bagian dari identitas budaya bangsa yang harus terus dijaga keberadaannya di tengah perkembangan zaman modern.
Menurutnya, semangat masyarakat Ledokombo dalam menjaga tradisi patut menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
menyebut Festival Egrang Tanoker bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem sosial yang menggerakkan pendidikan, ekonomi masyarakat, hingga penguatan identitas budaya lokal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Jember terhadap konsistensi Tanoker dalam menjaga api kebudayaan selama 14 tahun terakhir. Ia menuturkan bahwa Festival Egrang merupakan bukti nyata bahwa tradisi tetap memiliki tempat penting di tengah modernisasi.
“Di tengah geraknya arus globalisasi dan teknologi digital, ada satu hal yang tidak boleh hilang, yaitu jati diri bangsa. Festival Egrang adalah wujud nyata bahwa tradisi tidak pernah kehilangan relevansinya,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, permainan egrang bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media pendidikan karakter yang kaya makna. Egrang mengajarkan keseimbangan hidup, ketekunan, keberanian, fokus, sportivitas, dan kerja sama.
Festival Egrang ke-24 berlangsung meriah dan disambut antusias oleh warga sekitar. Ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan berbagai atraksi permainan egrang yang diperagakan oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Selain menjadi hiburan rakyat, festival tersebut juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan, keseimbangan, dan ketangkasan.
Masyarakat berharap Festival Egrang di Ledokombo dapat terus digelar setiap tahun sebagai upaya menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal luas oleh generasi mendatang.( Lana)
