Gus Firjaun Hadir Di Kegiatan Muslimatan Ngaji Bareng Muslimatan
Jember RECORDJATIM.ID-
Rutinitas wakil Bupati Jember Kh.MB .Firjaun yang akrab disapa Gus Firjaun selama menjalani cuti kampanye Pilkada Jember 2024 ,di isi dengan kegiatan pengajian bareng muslimatan. Meski demikian selama kegiatan pengajian dihadiri Gus Firjaun tak satupun terlihat alat peraga kampanye .

Pada hari senin( 18/11/2024) sore , Gus Firjaun diundang oleh muslimatan RW 23 Etan Pasar tanjung untuk memberikan tausiyah dengan tema ” Ngaji Kebangsaan ” dihadiri sekitar 100 emak emak .
Dalam tausiyahnya Gus Firjaun menyampaikan tegaknya suatu Negara sangat ditentukan 4 unsur antara lain pertama menggunakan ilmunya Ulama. Selanjutnya kedua pemerintah harus adil , ketiga Dermawannya orang kaya.,dan yang ke empat doanya orang fakir.
“Kalau empat komponen ini disatukan dalam suatu komponen kekuatan yang luar biasa dalam menciptakan suatu wilayah suatu Daerah bahkan suatu Negara” urai Gus Firjaun.
Kenapa untuk membentuk tegaknya suatu Negara membutuhkan ilmunya Ulama ,karena sebaik baiknya pemimpin itu harus sering konsultasi dengan ulama atau para kyai , Begitu juga para ulama sejelek jeleknya ulama itu juga harus sering mendekat ke Pemerintah.
Gus Firjaun menegaskan kalau seorang pemimpin itu bisa menjalankan 4 komponen tadi yaitu jujur, adil, yang dermawan mau membantu dan didoakan orang fakir Masya Allah saya yakin kita bisa menjadi suatu negara suatu wilayah yang kokoh dan lingkungan yang kuat.
Usai memberikan tausiyah sekitar 20 menit dilanjutkan sesi tanya jawab . Yang pertama dari ketua RW 23 menanyakan begini ,diluar banyak rumor bahwa selama 3,5 tahun Pak Hendy Siswanto memimpin Jember apa benar wakil bupati kog jarang dilibatkan.
Menjawab pertanyaan dari pak RW A,Gus Firjaun dengan santai menjawab Dalam sebagian Tausianya Gus Firjaun memaparkan bahwa, kalau ingin menjadi Negarawan jangan sampai mengkalkulasi untung dan ruginya. Maka kalau sudah mengkalkulasi bukan lagi seorang negarawan.
” pada intinya semua itu telah ada sekenario dan kehendak llah SWT.” Terangnya.
Seorang Negarawan itu juga harus mau di kritik dan tidak boleh alergi dengan kritikan. Mau bicara tapi tidak mau mendengarkan, jadi negarawan itu harus menerima semua masukan dan kritikan untuk kebaikan bersama.
Semisal penggunaan fasilitas negara untuk keperluan tugas, diluar tugas tidak boleh memakai fasilitas negara. Jadi harus berlaku adil, dan itu nanti bisa dikembangkan di sektor ekonomi, pelayanan, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.
Kemudian Bupati dan Wakil, selama tugas negara itu bisa dilaksanakan Bupati, maka tidak mungkin wakilnya melaksanakan tugas tersebut. Tidak akan ada matahari kembar.
Kecuali Bupati memberi mandat untuk mengerjakan tugas, baru untuk wakilnya muncul. Semua itu sudah diatur dalam undang undang.(LN )

