Intake Intalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Jember Terganggu ,Pelanggan Mengeluh Tidak Ada Droping Air
Jember RECORDJATIM.ID – Kondisi cuaca hujan di Jember pada seminggu terakhir mengakibatkan Sungai Bedadung dan Sungai Jompo meluap. Luapan debit air dan kuatnya arus mengakibatkan endapan sedimen berupa lumpur tanah dan sampah rumah tangga.

Akibatnya, mempengaruhi kinerja Intake Intalasi Pengolahan Air (IPA) Tegal Besar. Bahkan, lumpur dan sampah mendominasi penyumbatan saluran air masuk dan pompa pada mesin produksi Perumdam Tirta Pandalungan Jember.
Direktur Utama Perumdam Tirta Pandalungan Jember Miftahur Ridho SEI., menjelaskan bahwa IPA Tegal Besar berkapasitas 60 liter per detik dengan jumlah layanan sekitar 7 ribu saluran rumah. Secara tangkapan debit air, lokasi tersebut sangat ideal. Namun, memiliki kelemahan ketika kondisi banjir atau sungai meluap.
“Sejak Selasa (24/12/2024) malam hingga saat ini, Tim87⁷ yu Produksi PTPJ masih bertahan di lokasi untuk melakukan upaya pembersihan dan pemulihan unit produksi,” tuturnya.
Sementara Nanang salah satu pelamggan PDAM Pandalungan Jember ,asal perumahan bedadung indah menyampaikan sejak dua hari ini ,kami sekeluarga tidak bisa menggunakan air PDAM karena tidak mengalir waktu sore hari hingga malam hari .
” Seharusnya kalau ada perbaikan apalagi memakan waktu lebih dua hari seharusnya ada droping dari PDAM untuk pelanggan yang kena dampak ” kata Nanang.
Menurut Nanang kejadian seperti sekarang yang dialami pernah terjadi tahun 2020 ,perbaikan pompa air PDAM yanng ada di tegal besar sampai 4 hari ,ada perhatian dari pihak PDAM melakukan droping Air 1 mobil tangki ke perumahan tiap hari .
Hal senada diungkapkan oleh Rizky penghuni perumahan pondok bedadung indah ,mengatakan sejak hari kamis – jumat , terpaksa numpang mandi ke lain tempat ..
” seharusnya kalau ada perbaikan pompa air sampai memakan waktu lebih 2 hari ,ya harus di droping Air pakai mobil tangki itu baru namanya pelayanan.” Harapannya.( LN)

