Jember Jadi Lokasi KKN Kolaboratif 3.000 Mahasiswa, Gus Gawait: Validasi Data Warga Miskin Ekstrem Harus Tepat Sasaran
Jember RECORDJATIM.ID – Bupati Jember, Gus Fawait, secara resmi menerima sekaligus melepas sebanyak 3000 Mahasiswa dari 17 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif V di Kabupaten Jember.

Kegiatan pelepasan yang berlangsung pada Minggu sore (19/7/2026) di Alun-Alun Jember tersebut menjadi penanda dimulainya program pengabdian masyarakat selama 35 hari. Para mahasiswa akan diterjunkan di 31 kecamatan dan 252 desa di Kabupaten Jember.
Acara pelepasan dihadiri para rektor dari 17 perguruan tinggi, jajaran Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jember, para camat, serta perwakilan kepala desa.
Dalam sambutannya, Gus Fawait menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan KKN Kolaboratif yang telah memasuki tahun kelima. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan desa.
“Mahasiswa memiliki daya kritis terhadap kebijakan pemerintah. Namun, selain menyampaikan kritik, mahasiswa juga diharapkan mampu memberikan solusi dan masukan yang konstruktif untuk memperbaiki kebijakan pemerintah,” ujar Gus Fawait.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Jember juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Jember masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan kemiskinan. Berdasarkan data pemerintah, Jember masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem (Desil 2) dan menempati peringkat kedua di Jawa Timur.oleh Karena itu, ia berharap para peserta KKN dapat ikut membantu pemerintah desa melakukan validasi pendataan masyarakat miskin ekstrem sebagai bagian dari upaya memperbaiki akurasi data kemiskinan.sehingga nantinya bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran .
“Kami berharap kehadiran mahasiswa di desa tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga membantu proses pendataan warga miskin ekstrem agar data yang dimiliki pemerintah semakin valid dan penanganannya lebih tepat sasaran,” katanya.
Selain mendukung pendataan kemiskinan, Gus Fawait juga berharap mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu mampu memberikan edukasi dan wawasan baru kepada masyarakat desa. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah mandiri yang saat ini tengah dikembangkan Pemerintah Kabupaten Jember dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Melalui KKN Kolaboratif V ini, pemerintah Jember berharap , kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat melahirkan berbagai inovasi serta solusi nyata bagi pembangunan desa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jember selama pelaksanaan pengabdian yang berlangsung hinggak ok 35 hari ke depan.**
Pada kesempatan terpisah Aurel mahasiswi dari perguruan tinggi UIN KHAS Jember jurusan hukum tata negara mengatakan sebelum di lepas mengikuti KKN kolaboratif V di Jember . Oleh pihak kampus UIN khas Jember kami mendapat pembekalan salah satunya cara pengolahan sampah yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri .
” Kehadiran tim kami dari UIN KHAS Jember di KKN kolaboratif di tempatkan desa Gelang kecamatan sumberbaru , untuk pengolahan sampah nantinya kamo akan memberikan edukasi ke warga terkait tempat pembuangan sampah dan cara pengolahannya ” ujar Aurel .
Ia tegaskan tanggung jawab pengolahan sampah tidak hanya di bebankan ke pemerintah namun peran altif warga juga harus dilibatkan melalui pengolahan sampah mandiri dilakukan di rumah maupun dengan kelompok di RT atau RW .**

