Kunjungan Tim Bola Voli Putri Red Parks Ke Indonesia Ditunda
Jakarta RECORDJATIM.ID-
Tim bola voli putri Korea Selatan, Daejeon CheongKwanJang Red Sparks menunda kunjungannya ke Indonesia. Penundaan terjadi karena ketidaksesuaian jadwal kompetisi kedua negara.
Pertimbangan teknis jadi alasan utama penundaan ini. Liga di Korea dan Indonesia tidak seirama jadwalnya.

Direktur Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) atau Inaspro, Ferry Kono mengatakan komunikasi tetap berjalan baik. Penjadwalan ulang disebut akan dibahas kembali untuk musim mendatang.
“Keputusan ini bukanlah titik akhir dari kolaborasi. Justru ini mencerminkan kedewasaan dalam manajemen agenda olahraga profesional,” kata Ferry Kono dalam keterangan persnya Selasa (16/4/2025).
“Komunikasi positif tetap kami jaga dengan Red Sparks. Kami optimistis akan menemukan momen yang lebih ideal di musim mendatang,” ujarnya.
Red Sparks melaporkan agendanya sangat padat hingga akhir Juli,pasca kompetisi liga domestiknya berakhir. Latihan V-League sendiri akan digelar sejak Agustus mendatang.
Disisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, memastikan dialog berjalan baik. Dito tegaskan masalah timbul karena jadwal atlet tidak serasi, namun komunikasi dengan mereka berjalan baik.
“Red Sparks mengusulkan datang di bulan Mei, tapi saat itu para atlet kita masih berlaga di Proliga. Usulan April dan Juni juga berbenturan dengan jadwal mereka, jadi ini murni masalah waktu,” kata Menpora Dito
Meski kontrak Megawati bersama klub asal Daejeon telah berakhir, LPDUK | Inaspro berharap sang pemain dapat turut serta. Dalam kegiatan mendatang, termasuk memperkuat tim nasional.
“Kami tidak hanya menatap kerja sama internasional, tapi juga memperkuat fondasi olahraga nasional. Ada program kejutan yang sedang kami siapkan untuk seluruh pencinta bola voli Indonesia,” kata Ferry.*
