Melirik Potensi Desa Kamal Menuju Masyarakat Sejahtera
Jember RECORDJATIM.ID-
Sebagian orang desa berpandangan , bahwa mendapatkan pekerjaan di desa adalah sangat sulit sehingga banyak warganya yg berubanisasi ke kota. Untuk mendapatkan pekerjaan yg layak di kota, mereka rela meninggalkan kampung halaman dan sawah ladangnya.

Walaupun sepintas pandangan itu benar, tidak mutlak adanya. Dengan kata lain, pandangan tersebut hanya berlaku bagi orang desa yg tidak kreatif dalam mengelola dan mengembangkan potensi desanya.
Jika di cermati lebih mendalam, peluang untuk hidup sejahtra di desa akan lebih besar di banding dengan hidup mengadu nasib di kota yg belum jelas rimbanya.
Padahal potensi yang dapat di kembangkan dari sebuah desa bergantung pada kondisi geografis, sosiologis, kondisi setiap desa berbeda – beda.
” Ada desa yg kondisi tanahnya subur, tetapi belum diolah dg tepat karena penduduknya minim pengetahuan tentang bertani yg tepat dan minim sosialisasi dari pihak yg punya kewenangan, dan hidup selalu bergantung pada hasil tani yg kurang tepat dan selalu berpindah – pindah.” Ujar Kusnadi tokoh pemuda asal desa Kamal kecamatan Arjasa.
Selain itu menurut kusnadi tokoh pemuda yang punua hoby olah raga tennis lapangan dan sepak bola ini mengatakan ada pula desa yg tanahnya kurang subur, misalkan di daerah jember utara , akan tetapi telah melakukan usaha intensifikasi dan penduduknya pun sangat padat.
Dia katakan di lihat dari segi geografisnya, desa di kelompokkan menjadi empat jenis, yaitu desa pegunungan, desa pantai, desa daratan rendah dan desa pinggiran ( suburban ).
Mengingat desa merupakan wilayah yg sangat potensial, baik dilihat dari segi letak maupun kesuburanya maka pembangunan desa haruslah diprioritaskan seluruh potensi desanya sehingga kesejahtraan masyarakatnya akan meningkat. Akhirnya, desa yg makmur dan mandiri akan terbentuk.
Oleh karena itu, kami mengharapkan kepada semua pihak agar memberikan saran-saran kontruktif guna perbaikan karya ini di masa yg akan datang.
Untuk itu pihaknya mengharap Pemerintah turun langsung untuk merizet dan melihat perkembangan di masing masing daerah , baik daerah utara, barat, timur, dan selatan, sehinga bisa bersenergi menjadi satu kesatuan yg menuju jember makmur.
” Seperti untuk Desa Daerah utara yang jarang dikunjungi, padahal potensi alam yang dimiliki dengan berada di kaki gunung Argopuro , daerah pengunungan yg tanahnya kurang begitu subur, tapi sangat potens untuk dikembangkan wisata Alam dan Paralayang , ditambah lagi viunya sangat bagus dan bisa menarik wisatawan .
Belum lagi ada ada situs duplang ( peninggalan prasejarah ) yang sudah banyak di kunjungi wisatawan baik dari dalam dan luar negri, dan potensi bisa di kembangkan lagi wisata Budaya .
Hal lainnya semisal membikin tempat yang sekiranya warga dari luar nyaman dan krasan untuk menikmati pemandangan yang viunya bagus serta di sediakan semacam sajian makanan yg khas daerah tersebut.
Adanya keterbatasan sumber daya manusianya ( SDM ) dan kurangnya sosialisasi bagi pemangku jabatan yang sesuai dengan bidangnya. Maka dari itu jangan di pandang sebelah mata , karena desa itu jauh dan kurang menghasilkan bagi pemerintah kabupaten. Namun kenyataanya desa itu berpotensi , apabila ada kemauan pasti yang ujung – ujung bisa mensejahtrakan masyarakat sekitarnya khususnya masyarakat Jember.
Sebetulnya banyak celah potensi dari desa di seluruh kabupaten Jember, baik taninya, tempat wisatanya bahkan prestasi akademiknya maupun prestasi olah raganya. Tinggal pemerintah mau dak di ajak maju itu tergantung pucuk pimpinan yg membidangi di masing” bagiannya.
Di akhir tulisan ini, semoga semua bisa berpikir dan menatap ke depan utk kemajuan kab Jember .
Ujung ujungnya tidak membebani dan bisa menjadi masyarakat mandiri dan masyarakat sejahtera, aamiin.
Penulis adalah warga desa Kamal kec arjasa kab Jember. ( KUSNADI.Ssos MM )
