Pemkab Jember : 22.000 Insentif Guru Ngaji Cair di Bulan Ramadhan 1447 H, Disambut Gembira Para Ustaz dan Ustazah di Jember
Jember RECORDJATIM.ID– Program pemberian insentif bagi guru ngaji dari Pemerintah Kabupaten Jember yang digagas oleh Bupati Jember, disambut penuh rasa syukur oleh para penerima. Penyaluran insentif yang berlangsung pada Selasa (10/3/2026) dilakukan di lima kecamatan dan terasa semakin istimewa karena dicairkan pada bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah.

Ustazah Surani 63 tahun dari dusun jambuan hijab coklat didampingi menantunya Selasa 10 Maret 2026
Salah satu penerima adalah Ustazah Surani (63 th.), warga Dusun Jambuan, Kelurahan Antirogo. Ia datang ke kantor Kelurahan Antirogo sejak pukul 08.00 WIB, meskipun petugas bank yang bertugas menyalurkan insentif baru tiba sekitar pukul 09.10 WIB.
Dengan penuh rasa haru, ibu Surani mengaku tidak menyangka masih menerima insentif dari Pemkab Jember melalui program Gus Bupati Fawait.
“Saya memberikan pendidikan baca Al-Qur’an sejak 20 tahun lalu, Waktu itu bupatinya Pak MZA Jalal, insentifnya hanya Rp300 ribu per tahun. Alhamdulillah sekarang nilainya sudah meningkat Rp1,5 juta per tahun ” ujar Surani.
Ustazah Surani mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. Ia berencana menggunakan sebagian uang insentif ini untuk membeli kue lebaran, sementara sisanya untuk kebutuhan keluarga.
Surani sendiri pernah menimba ilmu agama di Pesantren Al Badri Bondowoso selama lima tahun saat masih kecil. Dalam kesehariannya, ia adalah ibu rumah tangga, sementara suaminya bekerja sebagai tukang bangunan lepas yang penghasilannya tidak menentu.
Setiap sore hingga menjelang Magrib, Surani meluangkan waktu mengajar sekitar 20 santri yang rata-rata berusia 4 hingga 12 tahun. Mereka diajarkan membaca Al-Qur’an serta tata cara melaksanakan sholat wajib.
Sementara itu, Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono menjelaskan bahwa pada tahun 2026 jumlah penerima insentif guru ngaji di wilayahnya mengalami sedikit penurunan setelah melalui proses verifikasi.
“Untuk Kelurahan Antirogo sebelumnya tahun 2025 jumlah penerima ada sekitar 70 orang . Namun setelah diverifikasi oleh tim dari bagian Kesra, kini tinggal 52 guru ngaji, dan ada 17 guru ngaji yang masih mengurus persyaratan. Seperti pembuatan rekening , tapi insya Allah juga akan dicairkan ” jelas Teguh.
Ada penurunan penerimaan insentif guru ngaji di wilayah kelurahan Antirogo
Menurutnya, penurunan jumlah tersebut disebabkan beberapa faktor, di antaranya ada penerima yang meninggal dunia, ada yang menjadi RT/RW, pindah domisili, atau berstatus sebagai kader posyandu, PNS, TNI maupun Polri sesuai petunjuk aturan tidak dapat menerima insentif tersebut.
Ia pun berharap para ustaz dan ustazah dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi.
“Kami berharap insentif ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga, apalagi lebaran tinggal sekitar 10 hari lagi. Selamat menjalankan ibadah puasa 1447 Hijriah. Semoga amal ibadah para ustaz dan ustazah yang dengan ikhlas memberikan pendidikan agama kepada anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya mendapat balasan dari Allah SWT,” pungkas Teguh.( Lana)

