Program Bunga Desaku Mini Hadir di Kecamatan Sumbersari, Warga Antirogo Sampaikan Keluhan Layanan Kesehatan Di Puskesmas Sumbersari
Jember, kabarterdepan.com– Program Bunga Desaku Mini menjadi salah satu program kerja unggulan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, terus dijalankan hingga saat ini . Diawal menjabat Bupati Jember Program Bunga Desaku dipusatkan di kecamatan .Setelah adanya evaluasi program Bunga Desaku sejak Bulan April 2026 ,menjadi “Bunga Desaku mini ” ditempatkan di Desa atau kelurahan

Melalui Program Bunga Desaku Mini yang ditempatkan di kelurahan / desa nampaknya lebih efektif hal tersebut diungkakpan oleh Bunda Hermi Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa timur dari partai gerindra Dapil Jember- lumajang yang juga sebagai ketua laskar Sholawat Stikandi ,hadir mewakili Gus Fawait di acara Bunga Desaku mini di Kelurahan Antirogo pada hari sabtu ( 20/6/2026) siang.
Pada kegiatan Bunga Desaku Mini hari kedua di kecamatan Sumbersari ,dilaksanakan di kelurahan Antirogo ,kemudian Tegal Gede dan sumbersari .
Diawali di kelurahan Antirogo, dihadiri Ketua Umum Srikandi Laskar Sholawat Nusantara (LSN) sekaligus anggota DPRD komisi C Provinsi Jawa Timur, Hermin. Turut hadir Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSN Kabupaten Jember, Kamiludin, yang juga menjabat Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Jember, Perwakilan kepala Puskesmas Sumbersari , Perwakilan RSD Soebandi Jember , Para kepala Sekolah SD SMP wilayah kecamatan sumbersari ,serta Babinsa dan Babinkamtibmas dan para ketua muslimat wilayah Kelurahan Antirogo.
Dalam sesi tanya jawab bunda Hermin ketua Umum Srikandi Laskar Sholawat Nusantara (LSN) sekaligus anggota DPRD komisi C Provinsi Jawa Timur, membuka kesempatan warga untuk menyampaikan aspirasi yang terjadi .
Layanan kesehatan di Puskesmas Sumbersari dikeluhkan salah seorang warga kelurahan Antirogo .
Salah seorang ketua muslimat laskar Srikandi Sholawat Nusantara Wilayah Antirogo yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan keluhan yang dialami keluarganya( suaminya ) saat menderita sakit vertigo dibawa ke UGD puskesmas Sumbersari pada hari rabu sore ( 17,/6/2026).
Dia paparkan , saat pasien tiba di puskesmas sumbersari , ditanyakan KTP dan Kartu BPJS Kesehatan . Dicek oleh petugas UGD , bahwa BPJS Pasien dinyatakan sudah mati. Oleh petugas puskesmas pihak keluarga disuruh untuk mengurus BPJS . sementara pasien vertigo tidak ditangani secara medis oleh dokter yang ada , malahan disarankan untuk berobat ke puskesmas Gladak pakem, dikarenakan kamar inap di puskesmas sumbesari penuh .
Melihat layanan diberikan oleh pihak puskesmas Sumbersari yang tidak mau melakukan tindakan medis ,. Ini kan menyangkut keselamatan jiwa si pasien . Akhirnya keluarga membawa pasien vertigo ke klinik swasta dan langsung ditangani secara medis . Padahal Gus Fawait berkali kali dalam setiap kegiatan bunga Desaku, selalu menyampaikan warga jember yang memiliki KTP Jember bisa berobat gratis melalui program UHC dimanapun .
Setelah mendengar keluhan warga Antirogo terkait layanan kesehatan di Puskesmas Sumbersari , Bunda Hermin memberikan kesempatan kepada perwakilan Puskesmas Sumbersari yang hadir, untuk memberikan penjelasan atas kejadian tersebut . Namun jawaban yang diberikan oleh pihak Puskesmas sumbersari belum bisa diterima oleh pihak keluarga yang merasa tidak dilayani sesuai apa yang digaungkan oleh Gus Bupati Muhammad Fawait yakni layanan kesehatan Gratis untuk warga yang punya KTP Jember .
Untuk menyikapi hal tersebut Akhirnya Bunda Hermin angkat bicara mewakili Bupati Jember . Seharusnya langkah dilakukan pihak petugas puskesmas Sumbersari melakukan tindakan medis , soal BPJS mati kan bisa dibantu melalui puskesmas bagian adminstrasi . Karena program UHC (Universal Health Coverage) merupakan program nyata dari Bupati Gus Fawait dalam rangka memberikan layanan kesehatan diperuntukkan untuk warga yang punya KTP Jember .
Lebih lanjut Bunda Hermin politikus Partai Gerindra yang juga ketua umum Srikandi laskar sholawat Nusantara menegaskan dengan kejadian tersebut perlu kiranya untuk dievaluasi petugas yang ada di Puskesmas sumbersari ,langsung disambut tepuk tangan oleh para muslimat laskar Sholawat Nusantara yang hadir .
Pada kesempatan terpisah Lurah Antirogo Teguh Listianto menanggapi keluhan warganya yang tidak terlayani oleh petugas medis puskesmas Sumbersari mengatakan intinya keinginan warga itu lebih simple untuk mendapatkan layanan kesehatan da mengedepankan perawaran pasien lebib dulu.**

