Program “ProGUSE “Update di SMPN 1 Jember, Tegaskan MPLS Bebas Pungutan dan Titipan Siswa Jember
Jember RECORDJATIM.ID Kegiatan ProGUSE Update yang digelar di SMPN 1 Jember pada Jumat sore ( 17/7/2026) berlangsung meriah. Kehadiran Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) disambut atraksi Marching Band Gita Spasa SMPN 1 Jember yang mengiringi kedatangan rombongan menuju lokasi acara.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Fawait hadir didampingi seluruh pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Jember, jajaran Muspika Kecamatan Kaliwates dan Sumbersari, Plt Direktur PDAM Bumi Pandhalungan, Direktur PDP Kahyangan, serta para kepala SMP negeri se-Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Bupati Gus Fawait memaparkan sejumlah agenda besar Kabupaten Jember yang akan digelar sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Pada bulan Juli, masyarakat akan disuguhkan gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC).
Memasuki awal Agustus 2026, Jember kembali menjadi tuan rumah International Jember Marching Band Competition (IJMC) pada 7-9 Agustus 2026. Selain itu, juga akan digelar kegiatan Tajemtra di Bulan Agustus 2026 ,serta pada tanggal 20 Juli 2026 tepatnya senin dinihari Pemkab Jember menggelar nonton bareng final Piala Dunia di Alun-Alun Jember.
Bupati juga menegaskan bahwa Senin, 15 Juli 2026 menjadi hari pertama masuk sekolah bagi peserta didik baru jenjang SD dan SMP yang diawali dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Kami berharap kegiatan MPLS dilaksanakan sebaik mungkin. Pemerintah Kabupaten Jember ingin memastikan bahwa tahun ini maupun tahun-tahun sebelumnya tidak ada praktik titip-menitip dalam penerimaan peserta didik baru,” tegas Gus Fawait.
Ia juga mengingatkan seluruh satuan pendidikan negeri agar tidak melakukan pungutan kepada siswa baru.”Kesepakatan bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan, MKKS, dan seluruh kepala sekolah harus dijalankan. Jangan sampai ada pungutan kepada peserta didik baru di sekolah negeri di Kabupaten Jember,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Fawait juga menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jember yang saat ini hampir rampung dan dijadwalkan mulai beroperasi tahun ini.Sekolah Rakyat tersebut dilengkapi berbagai fasilitas representatif, mulai dari sarana olahraga hingga laptop untuk peserta didik. Sekolah itu akan melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK dan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (Desil 1 dan Desil 2) tanpa dipungut biaya.
Sementara itu, penanggung Jawab MPLS SMPN 1 Jember, Mohamad Wiladi S.Pd.M.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 mengacu pada arahan Kementerian Pendidikan.Pada hari pertama, seluruh peserta didik baru mengikuti skrining kesehatan. Selain itu, siswa juga mendapatkan materi kepedulian terhadap lingkungan melalui simulasi pengelolaan sampah secara mandiri dengan memilah sampah organik dan anorganik, termasuk pemanfaatan limbah plastik menjadi barang yang bermanfaat.
“Kami ingin membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. SMPN 1 Jember sedang kami arahkan menjadi sekolah Adiwiyata sehingga pendidikan lingkungan menjadi bagian penting dalam MPLS,” jelas Mohamad Wiladi jumat ( 17,,/7/2026)
Selain pengenalan lingkungan sekolah, peserta didik baru juga diberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang sehat, disiplin, dan berprestasi.
Kegiatan ProGUSE Update di SMPN 1 Jember menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan dunia pendidikan dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, bebas pungutan, ramah anak, serta berorientasi pada pembentukan karakter dan masa depan generasi muda Jember.( LN)

