Ramadhan Penuh Berkah, 22.000 Guru Ngaji dan 3.000 Marbot di Jember Terima Honor Cair 9 Maret 2026
Jember RECORDJATIM.ID Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi momentum untuk menahan lapar dan dahaga, Ramadhan juga menjadi waktu istimewa untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta membersihkan jiwa dari dosa dan keburukan. Tak heran jika bulan suci ini disebut sebagai bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT.

Semangat dan keberkahan Ramadhan tahun ini semakin dirasakan oleh ribuan guru ngaji dan marbot di Kabupaten Jember. Pemerintah Kabupaten Jember memastikan pencairan honor bagi 22.000 guru ngaji, baik Muslim maupun non-Muslim, serta 3.000 marbot yang tersebar di 31 kecamatan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, saat dikonfirmasi pada Rabu (4/3/2026) melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa pencairan honor akan dilakukan mulai Senin, 9 Maret 2026.
Menurut Hafid, berdasarkan hasil pendataan terbaru yang dilakukan tim di 31 kecamatan, jumlah guru ngaji tahun ini mengalami kenaikan menjadi sekitar 22.000 orang. Mereka akan menerima honor sebesar Rp1.500.000 per tahun yang bersumber dari APBD Pemkab Jember 2026.
Selain guru ngaji, perhatian juga diberikan kepada para marbot. Sebanyak 3.000 marbot akan menerima insentif dengan nominal yang sama, yakni Rp1.500.000 per tahun.
Program ini merupakan bentuk komitmen Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, dalam memberikan pelayanan optimal kepada para guru ngaji dan marbot.
“Pencairan akan dilakukan mulai Senin, 9 Maret 2026, dan ditempatkan di desa atau kelurahan sesuai domisili penerima. Pihak perbankan yang ditunjuk Pemkab Jember akan datang langsung ke desa untuk mencairkan honor,” ujar Hafid.
Kebijakan ini diambil untuk memudahkan para penerima. Jika dua tahun sebelumnya guru ngaji harus mencairkan honor di kantor bank dan mengantre berjam-jam, kini pencairan dilakukan langsung di desa guna mengurangi antrean dan memberikan kenyamanan.
Hafid menambahkan, para penerima diminta mempersiapkan persyaratan seperti KTP dan buku tabungan saat pencairan. Mekanisme ini serupa dengan pencairan yang telah dilaksanakan pada Oktober 2025 lalu.
Menariknya, tahun ini pencairan dilakukan tepat di bulan Ramadhan. Hal ini diharapkan agar dana yang diterima dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan selama bulan suci sekaligus menyambut Hari Raya Idul Fitri.
“Tidak ada potongan. Setiap guru ngaji dan marbot menerima penuh Rp1,5 juta rupiah,” tegas Hafid.
Dengan adanya program ini, Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Jember tidak hanya menjadi bulan peningkatan ibadah, tetapi juga momentum nyata perhatian pemerintah daerah terhadap para pejuang pendidikan agama dan penjaga rumah ibadah.( LN)
