Rock Dangdut Semarakkan” The Biggest Culture of Jatim 2026 ” Disambut Meriah Warga Pancoran
Banyuwangi RECORDJATIM . ID – Gelaran pameran UMKM, UKM, dan seni budaya bertajuk” The Biggest Culture of Jatim 2026 “yang diinisiasi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur di Desa Pancoran, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Bintang Tamu Band Asal Jember dengan Vokalis Guntur Arisandy dan. Biduanita Dini asal Muncar tampil di acara the biggest culture of Jawa timur 2026 yang diselenggarakan Maki Jawa timur Jumat malam 30 Oktober 2026
Tidak hanya diikuti sekitar 60 peserta UMKM dan UKM, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026, tersebut juga disambut antusias oleh warga Desa Pancoran. Dukungan masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang hadir untuk menikmati pameran sekaligus menyaksikan berbagai pertunjukan seni budaya.
Kegiatan ini mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta fasilitas tempat dari Pancoran Group sebagai bentuk kontribusi dalam mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan, UMKM, dan ekonomi kreatif di daerah.
Salah satu wujud antusiasme masyarakat terlihat saat gelaran Gebyar Seni Budaya pada Jumat malam (30/10/2026). Panggung hiburan semakin semarak dengan kehadiran band asal Jember yang menampilkan vokalis Guntur Arisandy, serta biduanita Andini asal Muncar, Banyuwangi.
Perpaduan musik rock dangdut dengan sajian lagu-lagu Osing dan Jawa berhasil menghidupkan suasana. Penampilan para pengisi acara disambut meriah oleh warga yang memadati area kegiatan.
Gebyar musik yang berlangsung hingga pukul 21.30 WIB tersebut ditutup dengan lagu kebesaran MAKI Jawa Timur berjudul “Matahari”. Lagu itu dilantunkan langsung oleh Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, didampingi jajaran pengurus MAKI Jawa Timur dan MAKI Banyuwangi.
Heru Satriyo: Kami Hadir Bukan Sebagai Tamu, tetapi Penyelenggara
Usai rangkaian pentas seni budaya, kegiatan dilanjutkan dengan rapat evaluasi panitia yang dipimpin langsung Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo.
Dalam arahannya di hadapan seluruh panitia, Heru menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi seluruh tim, mulai dari persiapan sehari sebelum kegiatan hingga pelaksanaan pembukaan pameran dan panggung hiburan.
Heru menegaskan bahwa kehadiran MAKI Jawa Timur di Desa Pancoran bukan sekadar untuk menyelenggarakan sebuah acara, melainkan membawa misi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perlu saya tekankan, kehadiran kita di bumi Pancoran, Kecamatan Rogojampi, adalah sebagai penyelenggara event The Biggest Culture of Jatim. Kita di sini bukan tamu. Bagaimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk melayani seluruh peserta pameran sekaligus memberikan hiburan bagi warga sekitar,” tegas Heru.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan terhadap perekonomian masyarakat.
Ia berharap pameran UMKM, UKM, dan ekonomi kreatif ini dapat membuka peluang pemasaran lebih luas bagi pelaku usaha lokal sehingga mampu mendorong UMKM naik kelas.
Hari Kedua, 1.000 Pelajar Bakal Deklarasikan Anti-Bullying
Heru juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan hari kedua, Sabtu (31/10/2026), akan diisi dengan deklarasi anti-bullying yang melibatkan sekitar 1.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Peserta deklarasi berasal dari tingkat SD, SMP, MTs, SMA, SMK hingga MA, bersama para tenaga pendidik. Mereka akan mengikuti ikrar bersama sebagai bentuk komitmen menolak segala bentuk perundungan di lingkungan pendidikan.
Salah satu agenda utama dalam deklarasi tersebut adalah penandatanganan komitmen anti-bullying di atas kain putih sepanjang 30 meter.
Heru Satriyo secara tegas menyampaikan keprihatinan sekaligus kecaman terhadap tindakan bullying, terlebih setelah adanya kasus perundungan yang dialami salah satu pelajar di wilayah Muncar, Banyuwangi.
Menurutnya, tindakan perundungan tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena dapat berdampak terhadap kehidupan dan masa depan anak-anak.
Melalui deklarasi tersebut, MAKI Jawa Timur ingin membangun kesadaran bersama bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Rangkaian The Biggest Culture of Jatim 2026 di Desa Pancoran pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM dan pelestarian seni budaya, tetapi juga menjadi momentum membangun kepedulian sosial serta memperkuat kebersamaan masyarakat.
Dengan kolaborasi antara MAKI Jawa Timur, pemerintah, pelaku usaha, tenaga pendidik, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi perekonomian sekaligus kehidupan sosial masyarakat Banyuwangi.**
