Pemkab Jember Perjuangkan Tambahan kuota Bansos Dan Alat Bantu Disabilitas Ke Mensos RI
Jember RECORDJATIM.ID— Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendorong Kementerian Sosial (Kemensos) RI menambah kuota penerima bantuan sosial (bansos) sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas di daerah tersebut.

Kadiskominfo Jember Akhmad Helmi Luqman ( baju batik coklat ) Saat Kunjungan kerja kemensos Rabu 23/9/2026
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember Lingga Diputra mengatakan hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja ke Kemensos RI bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember Akhmad Helmi Luqman, Rabu (23/9).
“Dari hasil evaluasi Pusdatin Kemensos, Kabupaten Jember mencatatkan adanya under kuota sekitar 9.815 data penerima manfaat per Agustus 2026,” kata Lingga.
Menurut dia, Pemkab Jember mengusulkan agar kekurangan kuota tersebut dapat ditambah sehingga penyaluran bansos bisa mencapai sedikitnya 80 persen dari target yang ditetapkan.
Pemkab Jember juga berharap penambahan kuota dapat dilakukan sekaligus, meskipun pelaksanaannya tetap menyesuaikan kebijakan serta pembagian kuota dengan kabupaten dan kota lainnya.
“Kami mendorong agar penambahan kuota ini tidak dilakukan secara bertahap, melainkan bisa diselesaikan sekaligus. Namun, pelaksanaannya tentu tetap menyesuaikan dengan kebijakan dan kondisi pembagian kuota bersama kabupaten lain,” ujarnya.
Selain membahas kuota bansos, Dinsos PPPA Jember berkoordinasi dengan Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos mengenai penyediaan alat bantu bagi warga disabilitas, termasuk tangan dan kaki palsu.
Lingga menyebutkan terdapat 49 usulan bantuan alat bantu yang diajukan Pemkab Jember. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 usulan telah masuk dalam prioritas penerima manfaat.
Sementara itu, 29 usulan lainnya masih memerlukan perbaikan dan pemutakhiran data administratif agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran, khususnya karena penerima berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu.
Dalam koordinasi tersebut, Pemkab Jember juga menyampaikan kebutuhan alat bantu khusus bagi penyandang disabilitas yang berprestasi di bidang olahraga, termasuk atlet sepak bola disabilitas asal Jember yang telah berkiprah di tingkat internasional.
Untuk kebutuhan kaki palsu khusus atlet dengan bahan karbon, spesifikasi alat yang diperlukan berbeda dengan kaki palsu pada umumnya dan membutuhkan biaya yang relatif tinggi.
Kemensos kemudian menyarankan Pemkab Jember melakukan koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), untuk memenuhi kebutuhan alat bantu khusus bagi atlet penyandang disabilitas tersebut.
Pemkab Jember berharap koordinasi lintas lembaga tersebut dapat memperluas akses bantuan sosial sekaligus mendukung pemenuhan hak penyandang disabilitas, termasuk mereka yang memiliki prestasi di bidang olahraga.**
