Gus Bupati Fawait Ingin mngembalikan Jember Jadi Lumbung Ketahanan Pangan Jawa timur
Jember RECORDJATIM.ID–
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menyejahterakan para petani dan pekerja rentan di Kabupaten Jember. Selain itu Pemkab Jember berkomitmen ingin mengembalikan. Jember menjadi lumbung ketahanan pangan dari peringkat 4 menjadi yang terbaik di Jatim, Hal tersebut disampaikan Gus Fawait saat menggelar Launching Program Lingkaran Cinta dan Cinta Petani di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Perkebunan Kabupaten Jember, Senin (22/12/2025) siang.

Gus Fawait mengungkapkan bahwa hasil petanian khususnya padi di Jember sejak beberapa tahun mengalami penurunan padahal lahan pertanian di Jember cukup luas bila dibanding Lamongan dan Bojonegoro yang saat ini ada diperingkat teratas .oleh sebab itu di tahun 2026 pemkab Jember akan membangun infra struktur untuk mengembalikan pertanian di Jember berada di peringkat pertama di Jawa timur
Selain itu bupati juga menyampaikan program pembangunan pada 2025 merupakan yang terbesar dalam empat dekade terakhir. Bahkan, ini merupakan sejarah baru Kabupaten Jember.
Menurut dia, jaminan perlindungan sosial bagi puluhan ribu pekerja merupakan salah satu pencapaian utama yang disoroti adalah program perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan. Gus Fawait menjelaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk meringankan beban masyarakat dengan menanggung iuran bagi pekerja rentan.
“Tahun 2025 ini mencatatkan angka partisipasi terbesar dalam tiga tahun terakhir. Total ada 82.093 orang yang iurannya dibayarkan oleh Pemkab Jember,” ujar Gus Fawait. Di antaranya terdiri atas 40.300 buruh tani, 19.474 pekerja sosial keagamaan, 10 ribu petani pangan dan hortikultura, 9.484 pekerja rentan desa, 2 ribu nelayan tangkap, serta ratusan pedagang keliling.
Hingga 10 Desember 2025, total dana manfaat yang telah terserap mencapai Rp 17,8 miliar dan diproyeksikan menyentuh angka Rp 20 miliar pada akhir tahun.
Selain itu, Gus Fawait juga memaparkan adanya realisasi bantuan melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP). Ia menekankan bahwa Jember harus kembali menjadi lumbung pangan utama di Jawa Timur.
”Kami menyadari bahwa hampir 70 persen infrastruktur pertanian di Jember sebelumnya mengalami kerusakan. Inilah fokus kami. Yakni, memperbaiki apa yang rusak dan memberikan alat produksi yang modern,” tegasnya.
Beberapa bantuan fisik yang telah direalisasikan meliputi 169 unit mesin pra-panen dan 111 unit mesin pasca-panen, 644 ton pupuk berbagai jenis, 8.728 pohon benih hortikultura, 33.800 bibit perkebunan, serta bantuan untuk 24.292 hektar tanaman pangan.
Bahkan, total nilai bantuan mencapai Rp 73,5 miliar, yang merupakan akumulasi dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Lebih lanjut, untuk memaksimalkan berbagai program termasuk di sektor pertanian, Gus Fawait secara aktif melakukan lobi ke pemerintah pusat di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa perbaikan jalan di seluruh Jember membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,2 triliun.
“Jika hanya mengandalkan APBD, target ini sulit tercapai. Oleh karena itu, konektivitas udara melalui Bandara Jember sangat krusial untuk memudahkan birokrasi berkoordinasi dengan pemerintah pusat demi membawa anggaran pembangunan ke Jember,” tambahnya.
Gus Fawait optimis bahwa pada 2026, pembangunan infrastruktur dan sektor pangan akan semakin masif, sejalan dengan visi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. ”Kami tidak hanya bercerita, tapi memberikan bukti konkret. Jember harus maju, Jember harus lebih baik,” pungkasnya.( LN)
