PB Porprov Jatim Tinjau Venue Gelanggang remaja Jumat 4 /9/2026)
Surabaya RECORDJATIM.ID – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur XV 2027 di Kota Surabaya memang masih sekitar 10 bulan lagi. Namun, Pengurus Besar (PB) Porprov Jatim XV mulai bergerak mematangkan berbagai persiapan, salah satunya memastikan kesiapan fasilitas pertandingan.

PB Porprov Jatim Tinjau Venue Gelanggang remaja Jumat 4 /9/2026)
Selama dua hari, 3-4 September 2026, PB Porprov Jatim bersama jajaran terkait melakukan peninjauan sejumlah fasilitas olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang diproyeksikan menjadi venue pertandingan.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan kelayakan masing-masing fasilitas. Selain itu, pemetaan venue juga menjadi dasar untuk menentukan cabang olahraga (cabor) apa saja yang paling sesuai dipertandingkan di setiap lokasi.
Ketua PB Porprov Jatim XV 2027, M. Ali Affandi, mengatakan secara umum fasilitas olahraga milik Pemkot Surabaya cukup layak untuk mendukung pelaksanaan Porprov. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah catatan yang perlu segera ditindaklanjuti, khususnya terkait pembenahan venue dan fasilitas pendukung.
“Kalau fasilitas yang dimiliki Pemkot Surabaya pada dasarnya sudah cukup bagus, tinggal sedikit pembenahan saja. Kita sudah berkomunikasi dengan Dispora Surabaya dan KONI Surabaya. Tinggal nanti segera kita tetapkan cabang olahraga ini venue-nya di mana dan kita terbitkan SK sehingga nanti jelas,” kata Andi.
Dalam peninjauan selama dua hari tersebut, PB Porprov menyambangi sejumlah fasilitas olahraga, di antaranya kompleks Stadion Gelora Bung Tomo, Stadion Gelora 10 November, Gelanggang Remaja, kompleks Gelora Pancasila, THP Kenjeran, Taman Asreboyo, Waduk Kedurus, Bozem Morokrembangan, Skate and BMX Park, Lapangan Hoki dan Bisbol Dharmawangsa, serta Lapangan Keputih.
Pengecekan venue ini dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal pematangan penyelenggaraan. Dengan waktu persiapan yang masih cukup panjang, PB Porprov ingin memastikan persoalan teknis maupun fasilitas dapat diselesaikan jauh sebelum pertandingan dimulai.
Sebelumnya, KONI Jawa Timur juga telah melakukan peninjauan terhadap sejumlah fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Setelah seluruh proses pemetaan rampung, PB Porprov akan menentukan venue untuk masing-masing cabor secara resmi. Penetapan tersebut nantinya dituangkan melalui Surat Keputusan (SK), sehingga setiap cabor memiliki kepastian lokasi pertandingan.
Menurut Andi, kepastian venue penting agar persiapan teknis dapat dilakukan lebih terarah. Tidak hanya bagi panitia penyelenggara, tetapi juga bagi atlet, ofisial, serta pemerintah kabupaten/kota peserta Porprov Jatim.
PB Porprov juga mendorong Pemkot Surabaya segera menyiapkan anggaran untuk melakukan pembenahan terhadap sejumlah venue yang masih membutuhkan perbaikan.
Pembenahan sejak jauh hari dinilai penting agar seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan ketika Porprov Jatim XV 2027 digelar. Jangan sampai persoalan venue justru menjadi kendala ketika kompetisi sudah memasuki tahap pelaksanaan.
“Kesiapan venue menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan Porprov. Karena itu, sejak sekarang kita cek dan petakan apa saja yang masih perlu dibenahi,” ujarnya.**
