Tajemtra Jember 2026 Pecahkan Rekor Peserta, Tradisi Jalan Kaki Bertahan Hampir 50 Tahun
Jember RECORDJATIM.ID–
Tradisi Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) kembali menunjukkan daya tariknya bagi masyarakat Jember. Digelar sejak 1977, kegiatan yang menempuh rute sekitar 30 kilometer dari Tanggul menuju Jember itu kini telah menjadi bagian dari tradisi sekaligus identitas masyarakat setempat.

Gus Fawait Saat latber OPD dan ASN PPPK dan PPPK Paruh waktu untuk persiapan Tajemtra 2026
pada penutupan pendaftaran hari Jumat ( 4/9/2026 Tajemtra 2026, jumlah peserta mencapai 25.613 orang. Angka tersebut menjadi jumlah peserta tertinggi dalam catatan pelaksanaan sejak 2015.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, Regar Jeane, S.STP., M.Si., mengatakan kekuatan Tajemtra tidak hanya terletak pada olahraga jalan kaki, tetapi juga pada kemampuannya mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.
.
“Sejak 1977 sampai hari ini, generasinya berganti tetapi semangat Tajemtra tetap sama. Di sepanjang perjalanan tidak ada sekat. Pelajar, masyarakat umum, komunitas, ASN, pekerja, tua maupun muda berjalan di jalur yang sama dan menuju garis finis yang sama,” ujar Regar.
Menurutnya, perjalanan panjang Tanggul–Jember memiliki filosofi tentang ketahanan, disiplin, konsistensi, kekompakan dan kebersamaan. Peserta tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan perjalanan, tetapi juga saling memberikan semangat ketika menghadapi kelelahan.
“Tajemtra mengajarkan kita satu hal sederhana: perjalanan panjang akan terasa lebih ringan ketika ditempuh bersama. Ada yang lelah, ada yang menyemangati. Ada yang tertinggal, ada yang menunggu. Semangat seperti inilah yang harus terus kita jaga dalam membangun Jember,” katanya.
Seiring waktu, Tajemtra juga berkembang menjadi pesta rakyat. Warga di sepanjang jalur turut memeriahkan kegiatan melalui dukungan kepada peserta, aktivitas UMKM, kreativitas komunitas, yel-yel, kostum hingga berbagai hiburan.
Besarnya jumlah peserta pada 2026 menunjukkan bahwa Tajemtra bukan sekadar tradisi dari masa lalu. Kegiatan tersebut terus berkembang dan mampu menarik antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan.
Pemerintah Kabupaten Jember pun mendorong agar pelestarian Tajemtra tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah peserta dan skala kegiatan. Tradisi tersebut diharapkan ikut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya UMKM dan pelaku ekonomi kreatif di sepanjang jalur.
Selain itu, Tajemtra dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperkuat citra Jember sebagai daerah yang memiliki tradisi masyarakat yang khas.
“Tradisi tidak cukup hanya dipertahankan. Tradisi harus diwariskan kepada generasi berikutnya, dibuat semakin menarik, dan memberikan manfaat yang semakin luas,” ujar Regar.
Hampir setengah abad sejak pertama kali digelar, Tajemtra akhirnya bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Lebih dari itu, Tajemtra menjadi perjalanan bersama yang mempertemukan masyarakat Jember dalam satu rute, satu semangat dan satu tujuan.*”
