Tim Jember Marching Band Raih Juara Umum Asian Music Games Tiba Di Bandara Juanda Dengan Selamat
Jember RECORDJATIM.ID. Rombongan Jember Marching Band tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Selasa malam (15/9/2026), sekitar pukul 21.00 WIB. Kedatangan 114 atlet, enam pelatih, dan 15 wali atlet tersebut berlangsung lancar dan penuh keceriaan setelah menempuh perjalanan dari Bandara Kuala Lumpur selama sekitar 2 jam 30 menit.

Kayla Mayoret TIM JMB Dinobatkan sebagai Mayoret terbaik mengalahkan pesaingnya dari Thailand dan Malaysia .
Satu per satu atlet JMB keluar dari pintu pemeriksaan Terminal 2 kedatangan Bandara internasional Juanda Surabaya . Mereka tampak membawa peralatan drum band dan koper masing-masing. Raut wajah lelah setelah perjalanan panjang terlihat, namun suasana tetap dipenuhi kegembiraan setelah rombongan berhasil mengukir prestasi membanggakan di ajang Asian Music Games 2 di Malaysia.
Dalam kejuaraan tersebut, JMB berhasil menyabet gelar juara umum dengan perolehan 7 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu.
Namun, di tengah kegembiraan kepulangan tersebut, Ketua JMB Jember, H. Tri Basuki, mempertanyakan belum adanya penyambutan dari Pemerintah Kabupaten Jember atas prestasi yang telah diraih para atlet.
“Para atlet dan wali Atlet sempat bertanya, apakah tidak ada penyambutan dari pihak Pemkab Jember atas prestasi yang sudah mereka raih,” ujar Tri Basuki saat berada di Bandara Juanda Selasa malam ( 15/9/2026).
Menurut Tri Basuki, penyambutan dari Pemerintah Kabupaten Jember akan menjadi bentuk apresiasi terhadap perjuangan para atlet yang telah menjalani proses latihan panjang dan disiplin.
Ia berharap setelah rombongan tiba di Jember nantinya ada agenda penyambutan dari Bupati Jember, Gus Fawait.
“Harapan saya selaku penanggung jawab tim, setelah tiba di Jember ada acara penyambutan dari pihak Bupati Gus Fawait. Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi para atlet JMB Jember,” katanya.
Tri Basuki menuturkan, keberhasilan JMB menjadi juara umum tidak diraih secara instan. Para atlet telah menjalani latihan intensif selama sekitar 10 bulan, baik latihan fisik maupun teknik.
Latihan dilakukan setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 20.30 WIB. Ketekunan, kedisiplinan, serta semangat juang para atlet akhirnya membuahkan hasil ketika tampil di Asian Music Games 2.
“Anak-anak sudah membuktikan hasil kerja keras mereka selama ini,” tutur Tri Basuki.
Sheila Bangga Raih Medali Emas
Sementara itu, salah seorang atlet JMB, Kayla Anandia Maharani pelajar dari SMA 4 Jember kelas 10 ini , sebagai mayoret mengaku bangga bisa meraih medali emas pada kejuaraan di Malaysia. Bagi Kayla keikutsertaannya kali ini merupakan pengalaman pertama bersama JMB dalam kompetisi di luar negeri.
Kayla yang merupakan pemain mayoret JMB tersebut berhasil meraih medali emas pada kategori Color Guard.
“Saya merasa bangga. Ini baru pertama kali saya ikut JMB di kejuaraan . Asian Music Games di Malaysia , bisa mendapatkan medali emas dari individual Wind” ungkap Kayla dengan wajah penuh ceria.
Ia mengatakan, keputusannya bergabung dengan JMB merupakan keinginan sendiri dan mendapat dukungan penuh dari orang tua.
Ke depan, Kayla yang punya cita cita ingin jadi dokter ini memiliki target untuk bisa mewakili Tim Marching band pada kejuaraan. Porprov Jatim 2027 di Surabaya .
untuk diketahui reputasi Jember Marching Band untuk level Jatim dan Nasional sudah cukup dikenal pada setiap event selalu meraih sederet medali emas pada kategori yang dilombakan. Makanya KONI Jember untuk Porprov Jatim XV tahun 2027 di Surabaya ,pihak KONI Jember melalui Pengkab PDBI Jember meminta TIM JMB bisa ikut di Porprov Jatim 2027.
menyikapi permintaan KONI Jember. penanggung jawab Tim JMB Tri Basuki menegaskan ,dua kali Porprov Jatim tim , di Jember dan Sidoarjo ,tim JMB sudah membuktikan diri menjadi juara umum dua kali POROROV Jatim dengan 7 emas 4 perak 1 perunggu.
” sedangkan pada Porprov Jatim XIV di Malang raya ,tim JMB Absen karena tidak dapat bantuan anggaran TC dari KONI Jember . sementara ikut Porprov Jatim dua kali berturut turut untuk anggaran TC selama 6 bulan butuh sekitar 400 jutaan . sebelumnya anggaran tersebut dari dana pribadi .”ujar Tri Basuki .
